Perjalanan Seorang Ibu Menerbitkan Buku

Resume Kegiatan belajar Menulis dan menerbitkan buku Pertemuan ke 3
waktu daring : 19-21.00 WIB
Narasumber : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd.

Malam ini narasumber belajar menulis online gelombang 12 adalah ibu Dra. Sri Sugiastuti, materi yang beliau sampaikan dibagi menjadi dua sesi yang pertama mendengarkan audio pengalaman beliau menerbitkan buku dan yang kedua sesi tanya jawab. Memulai aktifitas menulis di usia yang tidak muda lagi  yaitu 50 tahun. Ibarat pepatah Kelapa tua banyak santannya, makin bertambah umur semakin produktif menulis.

Menulis memerlukan proses yang cukup lama, dengan tekad pantang menyerah dan selalu berusaha dan terus berusaha, akhirnya membuat ketagihan menulis, terus meng upgrade diri adalah kuncinya. Tahun 2007 setelah jeda 25 tahun akhirnya beliau bisa menempuh pendidikan S2 dan pada saat itu harus mengenal internet dan sering datang ke perpustakaan serta ke toko buku. Pada akhirnya beliau menemukan sebuah buku karangan artis IWA K yang mengatakan, “bahwa menulis itu gampang”.
Awal menulis ketika dalam pertemuan MGMP ada kawan beliau yang mengajak menulis pendalaman materi Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Inggris untuk SMK, yang dibutuhkan oleh penerbit erlangga. Dengan rasa optimis beliau menyanggupi ajakan kawannya tersebut. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan buku kurang lebih 6 bulan dan akhirnya terbit pada bulan Oktober 2010.
Karena diterbitkan oleh penerbit tingkat nasional sudah barang tentu royaltinya mengalir ke rekening cukup besar, apalagi buku tersebut laris manis di pasaran. Pada tahun 2015 ada revisi dan penulisnya ditambah satu lagi, dan kebetulan buku tersebut masuk buku yang harus di beli atau harus di masukkkan dalam bidang pengadaan. Jadi hampir di seluruh Indonesia menggunakan buku tersebut karena tingkat nasional maka omset penjualan juga Laris manis dan itu mengimbas juga pada penulisnya. Mulai saat itulah beluau dibuat tercengang dan bersyukur karena karena hitungannya lumayan besara. Bahasa beliau beberapa digit, hampir lebih dari uang sertifikasi dan bisa memanfaatkan uang tersebut untuk belajar dan belajar lagi.
Itulah pengalaman Ibu Sri Sugiastuti ketika menerbitkan buku di penerbit mayor dan penerbitnya memang cukup representative. Untuk menembus penerbit mayor tentunya tidak mudah dan bukan faktor kebetulan. Kata beliau, “begitulah cara Allah menemukan takdir dari tulisan-tulisan yang sudah saya buat”.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>