Tanya Jawab Belajar Menulis dan Menerbitkan Buku Bersama Ibu Emi Sudarwati S.Pd

Tanya Jawab dalam Kegiatan Belajar Menulis dan menerbitkan Buku bersama Ibu Emi Sudarwati, S.Pd.
Bagaimana awal mulanya ibu membuat buku ….apakah punya ide tersendiri atau Bagaimana?
(Jeferson, Bandung Jawa Barat)
Baik Pak.  Awal tahun 2013 saya sudah kepikiran ingin Menerbitkan Buku.  Tapi belum tahu caranya.   Untunglah akhir tahun 2013 dipertemukan dengan Kawan-kawan PSJB.  Sehingga tahun 2014 terbit buku perdana bersama siswa.  Karena saya tidak mau sukses sendirin.  Saya ingin siswa desa pun bisa dikenal.
Selamat malam Ibu
Saya masih terheran heran Bu… untuk buat pertanyaan .. Bu Emi hebat.
Untuk pengiriman naskah    atau materi untuk dibukukan … apakah harus sudah dalam keadaan siap cetak ? Apa yang layout pihak percetakan? Bagaimana untuk naskah yg dikirim hanya berupa karya saja.. berapa beaya yg harus dibutuhkan?  ( jika Cover dan layout bukan penulis)
(Aning S, dari Pati).
Senang berkenalan dengan Bu Aning.  Naskah usahakan dikirim lengkap. Mulai judul, kata pengantar, daftar isi,  isi buku, dan biografi penulis.  Sedangkan edit,  layout dan desaign cover akan dikerjakan TIM kami.  Namun jika Bapak/Ibu berkenan membuat cover sendiri juga diperbolehkan.  Tapi tidak akan mengurangi biaya ke penerbit. Ukuran kertas sudah A5 ya. Jadi bisa langsung dihitung biayanya. Adapun biaya penerbitan, tergantung jumlah halaman dan banyaknya cetak.
Catak minimal 10 eks. Kalau jumlah halamannya 50-60 halaman, biayanya 480.000. Sudah termasuk edit, lay out, desaign cover dan ISBN.
Ibu Emi Sudarwati yg hebat, saya salut, dan bangga terhadap Ibu
1. Untuk menerbitkan di Penerbit Majas, setelah dikirimkan naskah lengkap dan bukti yang, bagaimana dengan proses editor dan penerbitan ISBN nya
2. Apabila ternyata naskah kami ditolak, apakah ada pemberitahuan kepada kami?
Karena pernah penerbit lain ber bulan bulan tdk ada info kepada penulis ternyata naskah nya ditolak.
3. Beberapa kali saya ikut lomba TK nasional baik LKG, inobel, MTMH atau lainnya, tetapi paling mentok di juara dua atau tiga. Dan belum pernah juara satu. Bisa kah ibu berbagai trik agar menjadi sang juara. Sebagai motivasi kami semua.
 Terimakasih
(Santi dari Jayapura)
Baik.  Salam kenal Ibu Santi yang hebat. 
1. Saya adalah salah satu editor di Penerbit Majas.  Masih banyak juga editor lainnya.  Termasuk Bu Hati dll. ISBN dll juga akan diurus tim kami.
2. Jika naskah ditolak, akan langsung saya kabari.  Karena kami penerbit Indi, maka tidak banyak naskah yang ditolak.  Alasan ditolak: plagiat lebih dari 40%.
3. Keren Bu.  Saya tidak ada trik khusus.  Jangan mudah mengarah dan terus belajar dan perbaiki karya kita. Tahun 2015 saya hanya finalis inobel.   Lalu tahun 2016 saya perbaiki naskah yang sama.  Tentu dengan mendengarkan kritik dan saran dari dewan juri.  Saya sih tidak ambisi ingin juara 1.  Tujuan saya ikut lomba hanya ingin belajar dari peserta lain.  Karena mereka berasal dari daerah seluruh Indonesia.  Mereka rata-rata terbaik dari daerah masing-masing.
Ijin Bertanya Ibu Emi.
1. Jika kita menulis buku dengan menggunakan bahasa jawa, dialek yg dipakai dialek mana? apakah dialek di sekitar kita? berhubung basa jawa itu banyak dialeknya. atau ada standar tersendiri?
2. Referensi yg dipakai apakah harus referensi buku berbahasa jawa juga? atau bolehkan referensinya buku bahasa Indonesia ?
Terima kasih..
(Ika Fitriyati Yogyakarta)
Salam kenal Ibu Ika. 
1. Saya menulis mengunakan Bahasa Jawa baku untuk buku ajar/pelajaran.  Sedang buku cerita atau puisi (Gurit) menggunakan Dialek Bojonegoro.  Dialog di cerita bisa menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Asing.  
2. Referensi bisa gunakan Bahasa Jawa, Indonesia maupun Bahasa Asing.
Maaf bertanya, untuk PTK . Ini asli naskah PTK atau bagaimana? Yang dikirim ke penerbit ?
Malam Bu Hanifah.
Naskah PTK harus sudah dirubah sistematikanya seperti buku. Jadi ada beberapa yang boleh dihilangkan.  Ada pula yang harus disederhanakan.  Boleh 1 PTK atau lebih baik 1 buku terdiri dari kumpulan beberapa PTK. Tapi kalau Ibu mau mengirim naskah asli juga boleh.  Namun ada biaya tambahan 100.000.   Karena tim akan memangkas sesuai kreteria kami.
Mau tanya ibu narsum hebat  bagaimana konsep dasar yang ibu berikan kepada anak-anak agar anak-anak kita senang dan mau menulis, hingga bisa Sasi Sabu?
(Nengah dari Bali)
Baik.  Selam kenal Bapak Nengah.
Sebelum mulai pelajaran, saya minta 1 siswa membaca cerita.   Lalu yang lain mendengarkan.   Setelah itu semua membuat ringkasan cerita.  Kemudian secara acak mereka membaca ringkasan cerita di depan kelas. Lama-lama akan terbangun kultur membaca dan lalu menulis.
Selamat malam bunda..
Saya guru TK Negeri Desa Tusan. Klungkung Bal.
Bolehkah minta no WA bunda pemateri. Kebetulan kami 1 almamater. Saya punya lagu berbahasa daerah bali tetntang kromo inggil.. Pingin.. Membawa lagu saya menjadi lagu berbahasa daerah inggil se nusantara.
Tema: anggota tubuh. Terimakasih
 (Ni Ketut Suastiwi)
Siap Bu Ketut. 
Nomer WA saya
0821-3220-6671
Saya agak tertarik dengan nominal angka di penerbitan itu, apa dan bagaimana kelanjutan angka-angka tesebut, termasuk jika ingin memperbanyak eksemplar buku tersebut selain yang 10 tadi?  Termasuk untuk format layout cetak
Terimakasih
(Suryan – Bangka Barat)
Baik Pak Suryan.
Jika ingin cetak dengan jumlah banyak akan lebih murah. Kalau mau cetak ulang juga bisa.  Biayanya tentu selisih. Tapi maaf, saya tidak hafal.  Harus lihat tabel.
Assalamualaikum wr. wb
Ibu Emi yang luar biasa. Terima kasih telah berbagi pengalaman.
Ibu, bagaimana cara Ibu membangkitkan minat siswa untuk menulis sehingga dapat menghasilkan Buku Bersama Siswa? Terima kasih atas jawabannya.
(Rasito, guru dari Banyumas.)
Bu Rosita.  Senang berkenalan dengan ibu. Membaca dan menulis itu butuh latihan agar menjadi kebiasaan. Jadi awalnya sedikit saya paksa anak untuk mendengarkan cerita dan menulis ringkasan cerita. Lalu membacakan di depan teman-temannya. Kalau tidak mendengarkan kan tidak dapat menulis ringkasan.   Pasti malu lah pas ditunjuk untuk baca ringkasannya. Lama-lama menjadi kebiasaan.
Assalamu’alaikum wr. Wb
Izin bertanya bu
1. Apa tips ibu sehingga ibu mendapatkan inobel tingkat Nasional
2. Jika satu buku satu siswa, dari mana sumber dana percetakannya, sedangkan mereka belum mampu mencari uang sendiri
Wassalamu’alaikum wr. Wb
Terimakasih
 (Titin Sumartini dari Subang)
BuTitin.
1. Tidak ada tips khusus Bu.  Saya jug tidak ada ambisi untuk juara 1.  Niat awal saya hanya ingin belajar.  Jika akhirnya juara, itu bonus dari Allah. 
Jangan mudah menyerah ya.  Semangat belajar dan terus berkarya.
2. Biaya penerbitan dari orang tua siswa. 
Tapi kalau ada anak-anak yang kurang mampu. Tapi karyanya bagus, saya siap membiayai dengan uang pribadi.
Assalamuaikum sy
Husnul Hafifah dari Bondowoso.
Luar biasa  sekali menyimak kisah bu umi sudarwati dalam menulis dan menerbitakan buku, serta aktivitasnya dalam menyebarkan inspirasi dan menggugah guru serta siswa dalam menulis. Dari karya buku yg ibu tulis saya mhn pencerahan tentang:
1.Perbedaan PTK dan Karya inobel .
2. Tantangan terbesar ibu dalam menggerakkan diri sendiri, guru lain dan siswa
3. Ada karya ibu juga Haiku. Mhon pencerahannya ttg Haiku
Adakah tips khusus agar agar mereka mau bergerak
Trima kasih.
Ibu Husnul Hafifah. 
1. Karya inobel harus bersifat beda, baru atau pembaharuan. Sedangkan PTK boleh menguji coba karya orang lain di kelas kita.
2. Saya tidak pernah menganggap apapun sebagai tantangan.  Mengalir saja seperti air.   Agar mereka mau bergerak, kita harus memberi contoh.  Jangan bicara kalau belum melakukan.  
3. Haiku itu puisi pendek. Terdiri dari 3 baris.  Strukturnya 5:7:5.  Jadi baris pertama terdiri dari 5 suku kata.  Baris ke 2 ada 7 suku kata. Dan baris ke 3 ada 5 suku kata.  Haiku ini aslinya berasal dari Jepang.
Assalamualaikum,
Bu, untuk menerbitkan buku puisi harus berapa judul dan berapa halaman. Gelombang 12. Wassalam.
(Siti Nurbaya Az, SE, Karimun, Kepri)
Ibu Siti Nurbaya.    
Untuk buku puisi tidak ada batasan jumlah judul.   Tapi untuk menjadi 1 buku ber ISBN minimal 50 halaman A5.
Assalamualaikum bunda Emi,  
Yang ingin saya tanyakan :
1. buku Antologi yg semacam apakah yang bisa untuk penilaian PAK (kriterianya) ?
2. Saya guru mapel bhs Indonesia di SMA, jika saya buat Antologi Puisi Solo, berapa nilai/skor  angka kreditnya ? dan harus berapa halaman ?
Terimakasih,
(Lutfiyah, Mojokerto, Jatim)
Wassalamualaikum, Wr Wb
Bu Lutfia.
1. Untuk PAK sebaiknya buku pelajaran atau buku ajar, diktat dll.  Kreterianya bisa baca di buku 4.   Maaf saya tidak hafal. Sedangkan karya inovatif, bisa juga berupa buku puisi atau cerita inspiratif.
2. Untuk guru Bahasa kalau tidak salah nilainya 4.  Maaf… Nanti coba buka lagi buku 4 ya.  Pedoman PAK.  Jumlah halaman, minimal 50.  Agar bisa diajukan ISBN. Maaf… ini ada wawasan dari tim penilai PAK. Ada banyak alasan mengapa Buku dll tidak dinilai:
1. Bisa jadi Timnya yang salah memaknai sebuah bukti fisik untuk dikonvert menjadi nilai angka kredit karena multi tafsir atau dokumen salah kamar.
2. Bisa jadi ybs salah memasukkan bukti fisik (pengembangan diri, Seminar, KTI, penghargaan atau lainnya). Semisal: Narasumber/peserta pelatihan masuk katagori pengembangan diri. Untuk dapat nilai hrs sekurang_kurangnya melampirkan foto copy undangan, surat tugas, resum kegiatan/foto dokumentasi keg dan piagam dengan struktur program tidak kurang dari 30 jp yang dilegalisir atasan.
Untuk Seminar hampir sama dengan perlakuan pelatihan, namun tanpa struktur materi maupun JP. (harus dimasukkan kolom seminar bukan pelatihan)
Karya tulis buku pelajaran, buku referensi pendidikan, jurnal ilmiah, buku terjemahan, buku karya inovatif, dll. Untuk dapat nilai harus ada surat keterangan penerbit, pengesahan atasan, pernyataan keaslian dr ybs, dan fisik buku ber ISBN.
Untuk kasus “piagam dari penerbit” diatas:
1. Jika piagam tanpa struktur materi sekurangnya 30 JP otomatis tidak bernilai/tertolak.
2. Jika dimasukkan penilaian seminar tdk pada tempatnya.
3. Masuk nilai penghargaan juga tidak relevan.
Selamat Malam bu Emi..
Misalkan saya mau menulis buku LKS untuk siswa. Sumbernya dari berbagai buku yang ada, menyesuaikan dengan waktu, keadaan dan ketersediaan di lokal. Apakah itu bisa jadi sebuah buku ?
(Agathe dari Kapuas Kalimantan Tengah)
Malam Bu Agathe.
Kumpulan soal bisa saja menjadi buku.  Cantumkan daftar pustaka, jika ibu mengutip dari berbagai sumber.
Malam ibu Emi. Bisakah  ceritakan bu, isi dari buku LUNG yg ibu terbitkan bersama Siswa  SMPN 1 Baureno? Saya penasaran bagaimana kombinasi duet antara Guru dan Siswa dalam menulis hingga menerbitkan buku? Bagaimana teknik pembagian naskahnya?
(Aam Nurhasanah, Lebak, Banten) 
Menurut saya piagam dari penerbit tersebut sebaiknya dijadikan pendukung untuk buku (buku pendidikan, karya inovatif dsb), yang diajukan nilai PAK beserta pengesahan atasan, pernyataan keaslian, fisik buku ber ISBN, dll.  Ngapunten, semoga ada manfaatnya.
Apa kiat-kiat yang harus saya lakukan agar bisa  merangkai kalimat, bu Emy? Saya sangat susah jika harus merangkai kalimat apalagi jika setiap kalimat itu mau dipadukan menjadi sebuah paragraf
(Marnawati, Tanah Bumbu-Kalsel)
Ok Bu Marwati.
Agar bisa merangkai kata dengan baik ada bebera langkah:
1. Baca
2. Baca
3. Baca
Jadi harus banyak membaca.
4. Tulis
5. Edit
Semua perlu pembiasaan.   Karena menulis itu ketrampilan.  Jadi bisa dipelajari dan dibiasakan.  Bukan sulapan.
Bu Emi super …..banyak banget bukunya, tiada hari tanpa menulis. Maaf bu Emi mau tanya, pernahkah ibu merasa jenuh untuk menulis,bagaimana cara mengatasinya
(Sitti Halimah dari kota Jayapura)
Siap Bu Sitti.
Saya manusia biasa.  Pasti punya rasa jenuh.  Kalau sudah begitu, saya akan mencari hiburan. Bisa jalan-jalan atau makan-makan dengan keluarga. Saya hanya menulis 10-20 menit saja setiap hari.  Tidak terus-menerus.  Tapi setiap hari.   Baik di blog, laptop maupun HP.
Luar biasa, semoga semangat dan ilmu ibi Emi dapat tertular kepada kami ini.
Mohon diberikan motivasi dan ceritakan kepada kami, tips yang membuat ibu bisa bersemangat begitu dalam menulis. Bagaimana cara ibu mengatur waktu ( menejemen waktu) antra menulis dengan kegiatan lainnya.
Wassalam.
(Suhaimi, aceh )
Terimakasih
Malam ibu Suhaimi.  Aamiin….
Agar motivasi kita selalu terbangun, tentukan alasan kita menulis.  Kalau saya,. Menulis untuk mengukir sejarah sendiri.  Semua karya pasti akan menemukan takdirnya.  Menulis tidak butuh waktu khusus.  Saya hanya menulis 10-20 menit saja setiap harinya.   Tapi harus rutin ya.  Baik itu di blog pribadi,  laptop, maupun HP. Sedangkan waktu saya yang lain masih 23 jam lebih.  Bisa lah melakukan apa saja.
Simpulan:
Buku adalah bukti sejarah.  Merupakan catatan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.  Oleh karena itu, saya ingin mengabadikan setiap jengkal perjalanan menjadi sebuah buku.  Setiap karya pasti akan menemukan takdirnya sendiri.  Semoga buku sederhana ini mengispirasi banyak orang. Nuwun nuwun rahayu. 
Wassalamu’alaikum wr wb

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>